Naomi Osaka dan Taylor Townsend mengorganisir makan malam untuk pemain kulit hitam di French Open, menurut Associated Press. Acara ini diadakan sebelum turnamen dan menunjukkan komitmen mereka untuk membangun komunitas di antara pemain minoritas dalam tenis.
Apa yang terjadi
Inisiatif Osaka dan Townsend menarik perhatian di luar lapangan selama turnamen di Paris. “Ini menyebabkan sedikit kegaduhan, yang menurut saya cukup lucu karena selama ini kami adalah yang minoritas dalam olahraga di mana kami agak menonjol,” kata Townsend. Makan malam tersebut dihadiri oleh pemain kulit hitam terkemuka, termasuk Coco Gauff dan Gael Monfils.
Acara ini menghasilkan reaksi campur aduk di dunia maya. Sementara Townsend mencatat bahwa postingan Instagram-nya tentang makan malam tersebut mendapat umpan balik “kebanyakan positif”, beberapa komentar mengkritik pertemuan itu sebagai “segregasi.” Menanggapi kritik tersebut, Townsend mengutip lirik dari rapper Finesse2tymes, mengatakan, “Tidak masalah ketika mereka melakukannya; jadi masalah ketika saya melakukannya.”
Mengapa ini penting
Makan malam ini mencerminkan diskusi yang sedang berlangsung tentang keberagaman dan representasi dalam tenis. Olahraga ini secara historis didominasi oleh pemain kulit putih, menjadikan pertemuan seperti ini signifikan untuk membangun koneksi di antara atlet kulit hitam. Osaka menekankan pentingnya komunitas, menyatakan bahwa “menjadi minoritas dalam olahraga seperti tenis sangat mengasingkan.”
Latar belakang
Pada 20 Mei 2026, warisan Althea Gibson dihormati saat komunitas tenis merayakan ulang tahun ke-70 kemenangan bersejarahnya di French Open 1956, yang menandai gelar Grand Slam pertama untuk pemain kulit hitam. Sejak saat itu, batasan mulai runtuh, namun pengalaman pemain minoritas saat ini menunjukkan bahwa tantangan masih ada.
Apa selanjutnya
Setelah makan malam mereka yang sukses, Osaka dan Townsend akan melanjutkan kompetisi di turnamen saat mereka maju di pertandingan masing-masing. Perempat final yang dinanti-nanti dapat lebih menyoroti pentingnya upaya mereka untuk mempromosikan persatuan di antara pemain berwarna.

