Jalen Hurts menghadapi sorotan terkait perannya sebagai quarterback utama Philadelphia Eagles, menurut ESPN. Musim 2026 membawa tantangan baru dan pertanyaan tentang bagaimana kepemimpinan dan performa Hurts dapat mempengaruhi dinamika ofensif tim.
Apa yang terjadi
Hurts, yang menjadi starter setelah Carson Wentz dicadangkan pada 2020, menghadapi tekanan yang semakin meningkat menjelang musim mendatang. Sebuah laporan dari Tim McManus dan Jeremy Fowler dari ESPN menunjukkan bahwa sebagian dari kesulitan ofensif tim baru-baru ini disalahkan kepada Hurts. Sumber-sumber menyebutkan bahwa ketidakmauan Hurts untuk mendiversifikasi strategi ofensif telah menghambat kemajuan tim. Mereka mencatat, “Hurts enggan mengandalkan kemampuannya dalam situasi zona-coverage.”[1]
Kekhawatiran semakin meningkat di antara rekan setim mengenai sikap Hurts, karena beberapa menginterpretasikan ketenangannya sebagai “bahasa tubuh yang buruk” dan tanda bahwa dia “tidak selalu terlibat.” Sementara itu, ketidakstabilan pelatihan di Eagles juga dapat berkontribusi pada kesulitan Hurts, yang telah bekerja dengan lima koordinator ofensif dalam enam musim. Meskipun peran koordinator telah berubah berulang kali, Shane Steichen memberikan sedikit stabilitas selama musim 2022, yang membawa Hurts pada performa yang luar biasa.
Mengapa ini penting
Dengan Eagles berkomitmen untuk mempertahankan empat quarterback pada 2026, Hurts mungkin merasakan tekanan yang semakin meningkat dari para cadangan. Kehadiran veteran Andy Dalton dan rookie Cole Payton dapat mempengaruhi pola pikirnya lebih dari yang diharapkan. Meskipun demikian, negosiasi kontrak untuk Hurts masih belum ada saat dia memasuki tahun krusial dengan uang yang dijamin terbatas setelah musim ini. Taruhannya tinggi karena performa tim kemungkinan akan mempengaruhi masa depan Hurts dengan franchise.
Latar Belakang
Pada 20 Mei 2026, laporan muncul mengenai perubahan dalam strategi quarterback Eagles. Setelah postseason yang mengecewakan lebih awal tahun ini, Eagles memutuskan untuk berpisah dengan Brian Johnson sebagai koordinator ofensif dan merekrut Sean Mannion. Perubahan ini terjadi setelah musim yang penuh gejolak di mana Eagles memiliki rekor 10-1 tetapi mengalami penurunan drastis setelahnya, keluar dari playoff lebih awal.[2]
Kepergian Steichen pada 2023 menandai awal jalan yang menantang bagi Hurts. Di bawah Johnson, kreativitas ofensif menurun, berkontribusi pada performa tim yang tidak konsisten. Masuknya quarterback baru dapat menandakan awal babak baru di Philadelphia.[3]
Apa selanjutnya
Eagles akan menjalani Kegiatan Tim Terorganisir (OTAs) pada Juni 2026, di mana Hurts diharapkan melakukan penyesuaian pada gaya permainannya di bawah koordinator ofensif yang baru. Manajemen tim berencana untuk mengevaluasi performa Hurts dengan cermat sepanjang offseason, dengan keputusan mendesak mengenai masa depannya yang akan segera muncul.

