Mamata Banerjee berupaya kembali ke Parlemen melalui pemilihan sela, menurut Hindustan Times.
Apa yang terjadi
Mamata Banerjee, mantan Ketua Menteri Bengal Barat, telah kehilangan kursi majelisnya kepada BJP dan kini berusaha kembali ke Lok Sabha setelah hampir dua dekade. Laporan menunjukkan bahwa ia mempertimbangkan pemilihan sela, yang mungkin mengorbankan MP Baharampur Yusuf Pathan, mantan pemain kriket.
Pada 4 Juni 2026, sebuah surat kabar berpengaruh di Bengali menyarankan bahwa Sourav Ganguly diminta untuk berkomunikasi dengan Pathan mengenai pengunduran dirinya. Ganguly mengklarifikasi pada hari Sabtu bahwa ia tidak diminta untuk menyampaikan pesan semacam itu. “Saya tidak pernah diminta oleh Ibu Mamata Banerjee,” ujarnya dalam komunikasi media yang ditandatangani.
Banerjee, 71, melakukan perombakan di Trinamool Congress (TMC) di tengah meningkatnya perpecahan, terutama terhadap keponakannya Abhishek Banerjee. Dengan munculnya faksi 58 MLA pemberontak sebagai oposisi utama, partai menghadapi perselisihan internal yang signifikan.
Mengapa ini penting
Taruhannya tinggi bagi Banerjee karena masa depan politiknya bergantung pada merebut kembali kursi parlemen. Kekalahan dalam kontes majelisnya telah membuat posisinya terancam, dengan partainya terpecah pada saat yang krusial. Perselisihan faksi di TMC dapat melemahkan efektivitasnya, terutama melawan oposisi BJP yang kuat.
Latar belakang
Pada 20 Mei 2026, Banerjee kehilangan kursi majelisnya kepada Suvendu Adhikari dari BJP, yang kemudian menjadi Ketua Menteri. Kekalahan ini memicu pemberontakan di dalam partainya, sehingga diperlukan perombakan kepemimpinan untuk menstabilkan TMC.
Perubahan penting termasuk penunjukan sekretaris bersama baru dan restrukturisasi berbagai sayap partai. Namun, kendali partai tampaknya mulai tergelincir, sebagaimana ditunjukkan oleh pengakuan blok pemberontak oleh ketua majelis.
Apa selanjutnya
Upaya Banerjee untuk kembali ke Parlemen mungkin segera diuji saat ia menghadapi implikasi dari perpecahan internal partainya. TMC berencana menantang pengakuan blok pemberontak oleh ketua majelis di pengadilan, dan diskusi mengenai kursi parlemen Pathan diharapkan akan berlangsung dalam beberapa minggu mendatang.

