Strategy menjual beberapa Bitcoin, menurut Strategy. Pada 1 Juni, perusahaan tersebut menjual 32 Bitcoin senilai $2,5 juta untuk pertama kalinya dalam hampir empat tahun. Meskipun jumlahnya kecil, reaksi pemegang saham negatif, dengan harga saham turun 9,3% pada 2 Juni, dan Bitcoin kehilangan 6,1%.
Apa yang terjadi
Pada 1 Juni, Strategy menjual 32 Bitcoin dari kepemilikan luasnya sebanyak 843.706 koin, menghasilkan $2,5 juta. Penjualan ini merupakan transaksi Bitcoin pertama perusahaan dalam hampir empat tahun, dan respons pasar sangat cepat. Saham Strategy turun 9,3% pada 2 Juni, dan nilai Bitcoin turun 6,1% sebagai reaksi terhadap berita tersebut. Pentingnya penjualan ini terletak bukan pada jumlahnya, tetapi pada dampak psikologisnya terhadap investor.[2]
“Ideanya adalah untuk memperkenalkan pasar pada penjualan kecil yang terencana sekarang, sehingga penjualan yang lebih besar di masa depan terlihat rutin dan bukan penyebab kepanikan,” kata ketua Michael Saylor selama panggilan pendapatan kuartal pertama.
Para ahli menekankan bahwa penjualan ini bertujuan untuk memberi sinyal kepada pasar bahwa transaksi kecil yang terstruktur dapat terjadi tanpa membahayakan strategi jangka panjang perusahaan. Pendekatan ini dirancang untuk mengurangi ketakutan terkait penjualan besar di masa depan, yang dapat diartikan sebagai tanda kesulitan.
Mengapa ini penting
Dampak dari transaksi ini melampaui hasil keuangan langsung. Keputusan Strategy untuk menjual sebagian kecil dari kepemilikan Bitcoin-nya menimbulkan pertanyaan di antara investor tentang komitmen perusahaan terhadap pernyataan sebelumnya yang tidak akan menjual Bitcoin. Karena Strategy bergantung pada aset kripto-nya, kepercayaan pasar sangat penting untuk harga saham dan Bitcoin.[3]
Jika persepsi investor berubah secara signifikan, dampaknya bisa meluas ke seluruh pasar cryptocurrency, mempengaruhi sentimen keseluruhan dan strategi perdagangan. Konteks dari penjualan ini akan memainkan peran penting dalam bagaimana investor lain bereaksi ke depan.
Latar Belakang
Pada 5 Mei 2026, selama panggilan pendapatan kuartal pertama Strategy, perusahaan mengindikasikan potensi penjualan Bitcoin berskala kecil untuk mendukung pembayaran dividen bagi saham preferennya. Dengan kewajiban keuangan sekitar $100 juta per bulan, kebutuhan akan dana tambahan sangat mendesak. Penjualan Bitcoin bertepatan dengan upaya Strategy untuk mengumpulkan $128 juta melalui penjualan saham biasa.
Strategi ini muncul saat bitcoin mengalami volatilitas yang meningkat, kehilangan lebih dari 45% nilainya sejak mencapai puncak tertinggi hampir $126.000 pada Oktober 2025. Faktor-faktor seperti tantangan makroekonomi dan fluktuasi antusiasme kripto memperburuk ketidakpastian ini.[1]
Apa selanjutnya
Strategy kemungkinan akan terus mengevaluasi kepemilikan Bitcoin-nya dan mungkin melakukan penjualan kecil tambahan untuk mengelola kewajiban keuangannya. Investor akan memantau reaksi pasar yang akan datang dan setiap pernyataan lebih lanjut dari kepemimpinan Strategy mengenai strategi cryptocurrency-nya dalam beberapa bulan mendatang.

