Menurut TradingView News, Bitcoin mungkin memiliki biaya produksi minimum sebesar $47.000. Crypto Rover, seorang analis cryptocurrency, menyatakan bahwa Bitcoin secara historis tidak pernah jatuh di bawah biaya produksi listrik ini, yang berdampak pada dinamika pasar.
Apa yang terjadi
Crypto Rover membagikan grafik biaya penambangan Bitcoin yang menunjukkan bahwa Bitcoin (BTC) tidak pernah turun di bawah perkiraan biaya produksi listrik sebesar $47.000. Angka ini dianggap sebagai level dukungan yang signifikan, karena memproduksi Bitcoin menjadi kurang layak di bawah harga ini. Postingan tersebut berargumen bahwa “
biaya energi penambang bertindak sebagai zona dukungan jangka panjang
” untuk Bitcoin.
Para analis sering menggunakan model biaya produksi untuk menilai risiko penurunan Bitcoin. Model-model ini bermanfaat, karena ekonomi penambangan bergantung pada variabel seperti kesulitan jaringan, hash rate, efisiensi perangkat keras, dan harga listrik. Namun, fluktuasi dalam faktor-faktor ini berarti bahwa biaya penambangan tidak tetap.
Mengapa ini penting
Diskusi mengenai biaya produksi minimum Bitcoin sangat penting bagi para investor. Jika Bitcoin mendekati biaya ini, tekanan yang meningkat di antara para penambang dapat menyebabkan tekanan jual yang lebih tinggi. Akibatnya, pasar mungkin menghadapi volatilitas yang signifikan, menjadikan kesadaran akan level ini krusial bagi para trader.
Latar Belakang
Pada 1 Mei 2023, fluktuasi besar dalam nilai Bitcoin memicu analisis ulang biaya penambangan. Para analis mencatat bahwa harga listrik regional dan kondisi pasar berkontribusi pada variasi biaya produksi. Ini menyoroti kompleksitas dalam sektor penambangan, menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutan operasi penambang.
Apa selanjutnya
Para trader akan memantau pergerakan harga Bitcoin terkait dengan ambang $47.000. Peristiwa kunci termasuk pengungkapan keuangan mendatang dan penilaian pasar yang dijadwalkan pada akhir Oktober 2023, yang dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang ekonomi penambangan.

