Paus Leo XIV membuka Konsistori Luar Biasa dan meminta dukungan dari para Kardinal, menurut CR Today. Konsistori dimulai pada 27 Mei 2026, di Aula Paul VI dan akan berlanjut hingga 28 Mei, memberikan kesempatan untuk kolaborasi dan pertimbangan di antara para pemimpin Gereja.
Apa yang terjadi
Paus Leo XIV menyampaikan pidato kepada para Kardinal selama Konsistori Luar Biasa, mengundang mereka untuk memberikan “kebebasan, keterbukaan, dan kesetiaan.” Ia menekankan bahwa “nasihat yang tulus selalu merupakan tindakan persekutuan.” Konsistori bertujuan untuk memfasilitasi diskusi terbuka mengenai isu-isu penting yang dihadapi Gereja.
Sepanjang acara, Paus mengulangi tujuannya untuk mendorong kolaborasi. “Pertemuan ini dapat membantu para Kardinal dan Paus belajar lebih baik bagaimana bekerja sama dalam pelayanan Gereja,” ujarnya. Para Kardinal akan fokus pada empat tema kunci selama dua hari, termasuk peran Gereja dalam memberitakan Injil dan memahami budaya.
Mengapa ini penting
Diskusi di Konsistori sangat penting untuk membimbing misi dan pendekatan Gereja di dunia yang kompleks. Menangani isu-isu seperti konflik dan implikasi dinamika kekuasaan sangat krusial untuk menjaga kredibilitas dan efektivitas Gereja dalam misinya.
Latar belakang
Pada 15 Januari 2026, Paus Leo XIV menguraikan visinya untuk meningkatkan komunikasi dan kerjasama di antara para pemimpin Gereja. Seruan untuk persatuan dan keterlibatan ini telah disampaikan dalam berbagai pidato menjelang Konsistori.
Apa selanjutnya
Konsistori Luar Biasa akan ditutup pada 28 Mei 2026, dengan sesi yang dirancang untuk merangkum diskusi dan memperdalam pemahaman tentang sinodalitas dalam misi Gereja.

