Donald Trump menawarkan diri untuk menggantikan artis yang mundur di konser Freedom 250, menurut Rolling Stone. Di tengah keruntuhan lineup untuk acara di National Mall, Washington, D.C., Trump menyatakan bahwa ia mungkin akan tampil sendiri, menanggapi situasi ini pada 27 Mei 2026.[2]
Apa yang Terjadi
Seri konser Freedom 250, yang dijuluki “Great American State Fair,” menghadapi kekacauan signifikan setelah lima artis yang awalnya dijadwalkan mundur. Trump mengungkapkan di Truth Social, “Saya mengerti para artis mengalami ‘the yips’ terkait penampilan mereka pada hari Rabu,” dan mengusulkan untuk tampil sebagai headliner.
Dalam postingannya, Trump mengklaim bahwa ia menarik lebih banyak penonton dibandingkan legenda seperti Elvis, dan menyatakan, “Saya hanya ingin dikelilingi oleh Orang-orang Bahagia, Orang-orang Cerdas, Orang-orang Sukses, dan Orang-orang yang tahu cara MENANG.” Ia menginstruksikan perwakilannya untuk memeriksa kelayakan dari “Rally AMERICA IS BACK” pada waktu dan lokasi yang sama dengan konser.
Acara ini, yang diumumkan pada 27 Mei, mulai berantakan setelah artis seperti Morris Day dan Young MC menyatakan kekhawatiran mengenai afiliasi politiknya. Day menjelaskan di Instagram, “Morris Day & the Time tidak akan tampil di ‘Great American State Fair.’ Ini adalah Tidak untuk Saya.”[1]
Kenapa Ini Penting
Kelayakan acara ini terancam karena banyak artis menarik diri, mengutip miskomunikasi mengenai pendanaan dan hubungan politiknya. Situasi ini menimbulkan pertanyaan yang lebih besar mengenai partisipasi artis dalam acara yang dianggap bermuatan politik, terutama pada peringatan monumental seperti ulang tahun ke-250 Amerika.[3]
Penarikan dari konser menunjukkan keengganan artis untuk berasosiasi dengan penampilan yang dibatasi secara politik, terutama ketika ada persepsi pengkhianatan terhadap niat awal acara yang nonpartisan.
Latar Belakang
Pada 20 Mei 2026, penyelenggara Freedom 250 mengumumkan lineup konser, termasuk Martina McBride, Flo Rida, dan Vanilla Ice. Kekhawatiran muncul dengan cepat ketika artis menyadari keterikatan politik acara ini, yang mendorong penarikan pertama segera setelahnya.
Menjelang 26 Mei, tanggapan artis semakin kritis. Young MC mengungkapkan frustrasi karena tidak diberitahu tentang sifat sebenarnya dari konser tersebut, sementara artis lain menyuarakan sentimen serupa, menunjukkan adanya kesalahpahaman yang luas mengenai tujuan acara ini.
Apa Selanjutnya
Seiring mendekatnya tanggal konser, artis yang tersisa, termasuk Vanilla Ice dan anggota Milli Vanilli, telah mengonfirmasi partisipasi mereka, sementara keterlibatan Trump masih tergantung pada penyelesaian krisis saat ini sebelum 26 Juni 2026.

