Iran menyerang sebuah kapal komersial di Selat Hormuz, menurut CBS News. Serangan ini, yang dikonfirmasi oleh seorang pejabat AS, meningkatkan kekhawatiran tentang keamanan regional dan keselamatan maritim pada 26 Juni 2026.
Apa yang terjadi
Korps Pengawal Revolusi Islam Iran menargetkan sebuah kapal komersial berbendera Singapura di Selat Hormuz, seperti yang dikonfirmasi oleh pejabat AS. Kapal tersebut dilaporkan terkena “proyektil yang tidak dikenal” pada Kamis malam dekat pantai Oman. Operasi Perdagangan Maritim Inggris menunjukkan bahwa dampak tersebut berasal dari drone Iran.
Rute navigasi yang disetujui AS untuk kapal di Selat Hormuz mengarahkan kapal-kapal di sepanjang garis pantai Oman. Namun, Iran bersikeras pada rute utara. Setelah insiden tersebut, Otoritas Selat Teluk Persia menyatakan bahwa “setiap pelayaran melalui rute di luar kerangka yang ditetapkan oleh PGSA tidak akan dilindungi oleh jaminan pelayaran aman.”
Mengapa ini penting
Serangan ini memperburuk ketegangan yang sedang berlangsung di wilayah yang krusial untuk transportasi minyak global. Selat Hormuz adalah jalur pengiriman vital, dengan persentase signifikan dari pasokan minyak dunia melewati jalur ini. Peningkatan aktivitas militer dan ancaman dapat mengganggu pengiriman, meningkatkan risiko bagi pasar global.
Latar Belakang
Situasi di Selat telah tidak stabil, terutama setelah nota kesepahaman yang ditandatangani oleh AS dan Iran minggu lalu yang bertujuan untuk mencegah insiden militer lebih lanjut. Meskipun ada upaya untuk perdamaian, pemimpin Iran telah menantang pengaruh AS di wilayah tersebut, yang menyebabkan peningkatan sikap militer dari kedua belah pihak.
Pada 23 Juni, AS mengumumkan rencana untuk meningkatkan keselamatan maritim melalui pembaruan jalur komunikasi dengan Iran, tetapi serangan Iran terhadap kapal komersial menunjukkan kemunduran dalam upaya diplomatik.
Apa selanjutnya
Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menghentikan evakuasi kapal dari wilayah tersebut hingga jaminan keselamatan lebih lanjut dapat dikonfirmasi. Negosiasi diplomatik yang sedang berlangsung antara Iran dan AS akan terus berlanjut seiring ketegangan tetap tinggi.

