Putusan pembakaran baru-baru ini di London telah meningkatkan kekhawatiran mengenai aktivitas yang didukung Rusia di Eropa, menurut Associated Press.
Apa yang terjadi
Pada 27 Mei 2026, Roman Lavrynovych dinyatakan bersalah atas pembakaran setelah menargetkan properti yang terkait dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. Serangan tersebut, yang dianggap sebagai bagian dari pola sabotase yang lebih luas, melibatkan upaya untuk membakar mobil bekas Starmer dan dua rumah yang diasosiasikan dengannya. Rekan pelakunya tidak disebutkan namanya.
“Ini pasti sedikit frustrasi bahwa tidak ada bagian dari kasus ini yang benar-benar menyelidiki iblis di balik layar,” kata pengacara Lavrynovych.
Para ahli, termasuk Cmdr. Dominic Murphy, percaya bahwa insiden ini sejalan dengan sabotase yang didukung negara Rusia. Namun, kurangnya bukti yang kuat yang mengaitkan negara Rusia dengan tindakan spesifik ini membuat pertanggungjawaban menjadi sulit. Para komandan mencatat, “Ada perbedaan antara membuktikan sesuatu di pengadilan dan menilai serangan dalam konteks intelijen yang diklasifikasikan.”
Mengapa ini penting
Dampak dari serangan-serangan ini melampaui ancaman kekerasan yang langsung. Para analis berpendapat bahwa tindakan semacam itu merusak kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah dan dapat memicu ketidakstabilan sosial yang lebih luas. Pejabat Eropa menunjukkan bahwa Rusia memanfaatkan kerentanan di negara-negara Barat, terutama yang mendukung Ukraina.[2]
Latar belakang
Pada 20 Mei 2025, Lavrynovych memulai serangan di bawah bimbingan seorang pengendali yang dikenal sebagai “El Money,” sosok yang diyakini terkait dengan intelijen Rusia. Penyelidikan awal, yang diawasi oleh Murphy, menyoroti serangkaian insiden serupa di seluruh Eropa sejak invasi Ukraina pada 2022, dengan total setidaknya 192 serangan yang terdokumentasi yang melibatkan pembakaran dan serangan siber.[3]
Apa selanjutnya
Penyelidikan lebih lanjut mengenai hubungan antara insiden-insiden ini dan aktivitas negara Rusia sedang berlangsung, dengan polisi kontra-terorisme diharapkan akan merilis lebih banyak temuan dalam beberapa bulan mendatang.

